• Kamis, 30 Juni 2022

Pengamat Sebut Penghapusan Tenaga Honorer Perlu Ditangani Secara Bijak

- Senin, 20 Juni 2022 | 12:29 WIB
Pengamat politik dan pemerintahan yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka. (sl/Ist/Antara/Nikolas Panama)
Pengamat politik dan pemerintahan yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka. (sl/Ist/Antara/Nikolas Panama)

STORILOKA.COM - Pengamat politik dan pemerintahan, Endri Sanopaka, berpendapat bahwa rencana pemerintah menghapus tenaga honorer sebaiknya ditangani secara bijak sehingga dapat meminimalisir dampak negatif.

"Ada potensi negatif akibat kebijakan itu baik secara politik, sosial, hukum maupun ekonomi sehingga pemerintah perlu mempertimbangkan nasib tenaga honorer jauh sebelum kebijakan itu diberlakukan," kata ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji, itu di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (20/6/2022).

Menurut Endri Sanopaka, penghapusan tenaga honorer yang saat ini hangat dibicarakan publik, berpotensi memberi dampak negatif terhadap kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ingin mencalonkan diri kembali pada Pilkada 2024, meski ribuan tenaga honorer harus memahami bahwa kebijakan penghapusan tenaga honorer di pemerintahan berdasarkan amanah UU Nomor 5/2014 tentang ASN.

Baca Juga: Partai Gerindra dan PKB Sepakat Koalisi Hadapi Pilpres 2024

Berdasarkan undang-undang itu, ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PNS dan PPPK).

Namun sumber keuangan honor atau gaji kepada tenaga honorer tidak membebani anggaran pusat, melainkan daerah.

Begitu pula dengan PPPK, lanjut Endri, anggaran untuk pembayaran gaji mereka bersumber dari anggaran daerah, berbeda dengan PNS yang bersumber dari anggaran pusat.

Karena itu, sejak awal pemda menunda membuka penerimaan PPPK, kecuali untuk guru lantaran jumlah tenaga honorer yang cukup banyak.

Baca Juga: Partai Nasdem Lancarkan Strategi Komunikasi Politik Bangun Koalisi

Halaman:

Editor: Jhonatan Raga

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Banda Aceh

Kamis, 12 Mei 2022 | 08:05 WIB
X