• Kamis, 30 Juni 2022

Provinsi NTT Siaga Satu Antisipasi Penularan PMK Hewan

- Senin, 16 Mei 2022 | 13:05 WIB
Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan seorang petugas kesehatan di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, beberapa waktu lalu. (sl/Ist/Antara)
Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan seorang petugas kesehatan di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, beberapa waktu lalu. (sl/Ist/Antara)

STORILOKA.COM - Provinsi NTT yang memiliki populasi ternak cukup besar, terutama sapi yang diperkirakan mencapai lebih satu juta ekor, kini mulai siaga mengantisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat menyerang ternak.

"Provinsi NTT dalam posisi siaga satu mengantisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku pada ternak. Hal itu dilakukan karena NTT merupakan daerah yang memiliki populasi ternak yang sangat besar," kata Kepala Bidang kesehatan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drh Melky Angsar di Kupang, Minggu (15/5/2022).

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT pada 2021, jumlah populasi ternak sapi di daerah tersebut sekitar 1,25 juta ekor. Populasi itu di luar kerbau, kuda, kambing dan babi.

Baca Juga: Gubernur NTT : Amarasi Harus Jadi Salah Satu Pusat Lumbung Pangan dan Ternak di NTT

Menurut drh Melky Angsar, sejak tahun 1990 Indonesia sudah dinyatakan bebas dari PMK sesuai keputusan dari organisasi dunia untuk kesehatan hewan (OIE), namun pada Mei 2022 ditemukan adanya kasus PMK di Provinsi Jawa Timur dan Aceh.

Ia juga mengatakan, Dinas Peternakan Provinsi NTT telah melakukan kordinasi dengan semua kabupaten/kota untuk melakukan berbagai upaya pencegahan terjadinya penularan PMK.

Salah satu bentuk pencegahan masuknya kasus PMK di NTT dengan melakukan larangan terhadap masuknya ternak dari luar daerah.

Seperti sapi, kerbau, babi, domba, kambing, termasuk produk ikutannya seperti daging, kulit dan susu ke NTT guna mencegah masuknya virus penyakit PMK.

"Pemerintah Provinsi NTT juga membentuk satgas penanggulangan penularan PMK pada ternak yang melibatkan pihak karantina, TNI/Polri, Satpol PP, Perhubungan Laut dan Bea dan Cukai," pungkas drh Melky Angsar. ***

Halaman:

Editor: Jhonatan Raga

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X