• Kamis, 30 Juni 2022

Viktor Laiskodat Keluarkan Instruksi Larangan Masuk Ternak Ke NTT

- Minggu, 15 Mei 2022 | 01:35 WIB
Sapi yang ditampung di kandang milik Balai Karantina Hewan NTT sebelum dikirim ke daerah tujuan. (sl/Ist/Antara)
Sapi yang ditampung di kandang milik Balai Karantina Hewan NTT sebelum dikirim ke daerah tujuan. (sl/Ist/Antara)

STORILOKA.COM - Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, mengeluarkan instruksi nomor 01/Disnak/2022 yang melarang masuknya berbagai hewan ternak serta produk turunannya, seperti daging, susu, semen dan kulit, ke wilayah NTT.

Instruksi gubernur itu ditujukan kepada seluruh kepala daerah di NTT, serta Kepala Balai Karantina, Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan Kupang, Kepala otoritas bandar udara di wilayah NTT serta Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende.

Dalam instruksi tersebut, Gubernur NTT meminta seluruh kepala daerah dan pihak terkait untuk melarang sementara masuknya ternak dan produk asalnya dari daerah-daerah tertular, seperti Jawa Timur, Aceh dan daerah lain di Indonesia yang sudah tertular PMK.

Baca Juga: Gubernur NTT : Amarasi Harus Jadi Salah Satu Pusat Lumbung Pangan dan Ternak di NTT

"Khusus untuk bupati/wali kota harap tingkatkan kewaspadaan terhadap setiap tanda klinis pada ternak sapi, kerbau, kambing, domba dan babi yang mengarah ke penyakit PMK," tegasnya.

Ia juga menjelaskan beberapa tanda yang menunjukkan hewan ternak itu terpapar PMK, yakni suhu tubuh di atas 41 derajat Celecius, adanya luka atau lepuh berisi cairan bening, seperti sariawan pada lidah sebelah atas.

Kemudian luka di bibir bagian dalam dan gusi, nafsu makan menurun drastis, hipersalivasi, luka pada kuku yang mengakibatkan kuku terlepas, sehingga menyebabkan pincang dan ternak susah berdiri.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Ratusan Ekor Sapi NTT Tujuan DKI Jakarta Tertahan di Jatim

Viktor Laiskodat juga mengatakan bahwa proses pengawasan harus melibatkan petugas dari masing-masing pusat kesehatan hewan untuk memonitor dan melaporkan hasil melalui integrated system kesehatan hewan nasional serta menyampaikan laporan.

Halaman:

Editor: Jhonatan Raga

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X