• Kamis, 30 Juni 2022

Presiden Jokowi : Semua Harus Mengerti Subsidi BBM Sangat Besar

- Rabu, 22 Juni 2022 | 06:00 WIB
Presiden Jokowi bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (kedua kiri), Sekjen Hasto Kristiyanto (kanan) dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kiri) saat akan mengikuti Rakernas II PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6/2022). (sl/Ist/Antara/M Risyal Hidayat)
Presiden Jokowi bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (kedua kiri), Sekjen Hasto Kristiyanto (kanan) dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kiri) saat akan mengikuti Rakernas II PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6/2022). (sl/Ist/Antara/M Risyal Hidayat)

STORILOKA.COM - Presiden Jokowi meminta semua pihak memahami bahwa subsidi yang diberikan pemerintah terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) sangat besar, yakni mencapai Rp502 triliun, setara dengan biaya membangun ibu kota baru.

"Subsidi kita ke sini (BBM) bukan besar, tapi besar sekali. Bisa dipakai untuk membangun ibu kota karena angkanya sudah Rp502 triliun. Ini semua yang harus kita ngerti, sampai kapan kita bisa bertahan dengan subsidi sebesar ini," kata Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional II PDI Perjuangan di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga: Megawati Soekarnoputri Sambut Presiden Jokowi dalam Rakernas PDIP

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu dengan menggunakan ilustrasi tentang beratnya kondisi global saat ini, yang berimbas pada beragam sektor, termasuk harga bahan bakar minyak.

Presiden Jokowi mencontohkan harga Pertalite di Indonesia masih Rp7.650 per liter dan Pertamax Rp12.500 per liter.

Baca Juga: Kejutan Ulang Tahun Untuk Presiden Jokowi di Rakernas PDIP

Harga tersebut bukan merupakan harga sebenarnya, melainkan harga subsidi, tambahnya.

Sementara itu di Singapura dan Jerman, lanjut Jokowi, harga bensin sudah mencapai Rp31.000 per liter, sedangkan di Thailand Rp20.000 per liter.

"Kalau kita nggak ngerti angka-angka, kita nggak merasakan betapa sangat beratnya persoalan saat ini. Bangun ibu kota itu Rp466 triliun, (sedangkan) ini untuk subsidi. Tapi nggak mungkin ini nggak kami subsidi, akan ramai kita juga. Hitung-hitungan sosial politiknya juga kami kalkulasi," ujar Presiden Jokowi. ***

Halaman:

Editor: Jhonatan Raga

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X