• Kamis, 30 Juni 2022

Draf RUU KIA Juga Diusulkan Jika Istri Melahirkan, Suami Dapat Cuti 40 Hari

- Selasa, 21 Juni 2022 | 09:27 WIB
Ilustrasi ibu hamil. (sl/Ist/Honeyriko)
Ilustrasi ibu hamil. (sl/Ist/Honeyriko)

STORILOKA.COM - Draf Rancangan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) ternyata tidak hanya mengusulkan cuti 6 bulan bagi ibu yang melahirkan, tapi juga cuti 40 hari bagi sang ayah atau suami.

Hal itu diutarakan Anggota Komisi IX DPR RI, Luluk Nur Hamidah, yang menyatakan RUU KIA ini mengatur secara eksplisit dan tegas terkait dengan hak cuti bagi ibu melahirkan selama 6 bulan dengan gaji penuh di 3 bulan pertama dan 75 persen gaji di 3 bulan terakhir.

Baca Juga: Pengamat Sebut Penghapusan Tenaga Honorer Perlu Ditangani Secara Bijak

"Juga soal paternal leave atau cuti bagi Ayah selama 40 hari yang itu belum ada aturannya di UU Ketenagakerjaan, kecuali hanya diatur 2 hari untuk suami yang istrinya melahirkan dan tetap dibayar," kata Luluk Nur Hamidah kepada wartawan, Senin (20/6/2022).

Politisi PKB ini juga menjelaskan bahwa dalam mengharmonisasi RUU KIA ini, pihaknya banyak melihat referensi atau rujukan.

Selain hak konstitusional ibu dan anak dalam Pasal 28A, 28 B, 20 dan 21 Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), ada juga UU Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang sudah sangat tua usianya.

Baca Juga: Terkait Politik Identitas, Refly Harun : Tamparan Keras Bagi Partai Politik

Lalu, UU Nomor 12 Tahun 2017 tentang pengesahan Asean Convention Against Trafficking In Persons, Especially Women and Children (Konvensi Asean Menentang Perdagangan Perempuan dan Anak).

"Juga UU tentang Pemerintahan Daerah (Pemda), UU tentang Kesejahteraan Sosial UU tentang Kesehatan, juga UU tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), juga UU Ketenagakerjaan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Jhonatan Raga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X