• Sabtu, 20 Agustus 2022

Pemilu 2024 Belum Bisa Gunakan Metode E-voting

- Minggu, 15 Mei 2022 | 14:05 WIB
Anggota DPR RI, Guspardi Gaus. (sl/Ist/Antara/docpri)
Anggota DPR RI, Guspardi Gaus. (sl/Ist/Antara/docpri)

STORILOKA.COM - Hasil rapat konsinyering antara Komisi II DPR RI, Kemendagri, dan penyelenggara pemilu yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP menyepakati Pemilu 2024 belum menggunakan teknologi pemungutan suara memakai perangkat elektronik atau e-voting karena infrastruktur masih belum merata.

Oleh karena itu, sistem pemungutan suara masih menggunakan cara yang digunakan saat pemilu periode sebelumnya pada 2019 lalu.

"Karena infrastruktur di kabupaten dan kota apalagi di luar Pulau Jawa yang berkaitan dengan internet belum memadai, akhirnya kami putuskan masalah digitalisasi dan regulasi tidak berubah dari pelaksanaan Pemilu 2019," kata Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus, kepada wartawan di jakarta, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga: Jazilul Fawaid Sebut Pertemuan Tiga Parpol Ini Berpeluang Pilpres 2024 Diikuti Tiga Paslon

Informasi yang sama turut disampaikan oleh Anggota Komisi II DPR RI, Rifqi Karsayuda. Ia menjelaskan wacana penggunaan e-voting sempat bergulir, tetapi para pihak memahami teknologi pendukung belum merata di seluruh daerah di Indonesia.

"Wacana e-voting tak digunakan pada Pemilu 2024 dengan berbagai pertimbangan, salah satunya belum meratanya teknologi infrastruktur di Indonesia dan berbagai macam hal-hal lain yang harus dipersiapkan," ujar Rifqi Karsayuda.

Meskipun Pemilu 2024 tidak menggunakan e-voting, tetapi proses rekapitulasi suara menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Baca Juga: BMKG sebut NTT wilayah rawan gempa bumi dan tsunami

Sistem itu yang berbasis elektronik/digital telah digunakan oleh KPU saat Pilkada 2020 di 270 daerah provinsi, kabupaten dan kota.

Halaman:

Editor: Jhonatan Raga

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X