• Senin, 3 Oktober 2022

Pemerintah Thailand Bagikan Sejuta Pohon Ganja Tapi Melarang Warga Mabuk

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 07:10 WIB
Pelanggan pertama Highland Cafe, Rittipomng Bachkul, memegang sepotong ganja pada hari pertama pencabutan ganja dari daftar narkotika berdasarkan undang-undang, di Bangkok, Thailand, Kamis (09/6/2022). (sl/Ist/reuters/Athit Perawongmetha)
Pelanggan pertama Highland Cafe, Rittipomng Bachkul, memegang sepotong ganja pada hari pertama pencabutan ganja dari daftar narkotika berdasarkan undang-undang, di Bangkok, Thailand, Kamis (09/6/2022). (sl/Ist/reuters/Athit Perawongmetha)

STORILOKA.COM - Pemerintah Thailand meluncurkan kampanye memberikan satu juta tanaman ganja secara gratis pada Jumat (10/6/2022).

Hal itu dilakukan sehari setelah mendekriminalisasi penanaman ganja untuk tujuan komersial, tapi mencegah orang untuk mabuk dan memperingatkan bahwa mereka masih bisa melanggar hukum.

Thailand melegalkan ganja obat pada 2018 untuk penggunaan medis tetapi sekarang mulai mengembangkannya sebagai tanaman komersial dan membangun industri lokal yang menguntungkan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Indonesia Masih Bisa Kendalikan Inflasi

“Jangan menggunakannya dan duduk tersenyum di rumah dan tidak menyelesaikan pekerjaan apa pun. Hal-hal itu bukan kebijakan kami,” kata Menteri Kesehatan, Anutin Charnvirakul, pada peluncuran di provinsi timur laut Buriram, tempat 1.000 tanaman pertama didistribusikan.

"Stigma itu sudah kita hapus, hanyut seperti menghilangkan tato. Jangan sampai muncul lagi," ujarnya seraya menambahkan bahwa ganja harus digunakan untuk meningkatkan kesehatan.

Pada Kamis (09/6/2022), ganja dihapuskan dari daftar narkotika negara itu, memungkinkan orang menanam tanaman itu jika mereka mendaftar di aplikasi pemerintah.

Baca Juga: Polda NTT Telusuri Keberadaan 26 Ton Limbah Beracun di Kota Kupang

Namun pihak berwenang menghalangi penggunaan ganja untuk kesenangan sementara merokok di depan umum dapat menyebabkan penjara dan denda.

Halaman:

Editor: Jhonatan Raga

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X