• Sabtu, 20 Agustus 2022

Palestina Kecam Putusan Israel Terkait Proyek Kereta Gantung di Yerusalem

- Senin, 16 Mei 2022 | 13:18 WIB
Pasukan keamanan Israel berpatroli saat terlibat bentrok dengan warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur (22/4/2022). (sl/Ist/Xinhua/Muammar Awad)
Pasukan keamanan Israel berpatroli saat terlibat bentrok dengan warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur (22/4/2022). (sl/Ist/Xinhua/Muammar Awad)

STORILOKA.COM - Kementerian Luar Negeri Palestina pada Minggu (15/5/2022) mengecam putusan pengadilan Israel yang menyetujui proyek kereta gantung di wilayah pendudukan Yerusalem Timur.

Pernyataan Kemlu Palestina menyebut proyek kereta gantung itu sebagai "bagian integral dari kampanye Yudaisasi Israel di Yerusalem dengan tujuan untuk membuang identitas Palestina, Islam dan Kristen mereka."

"Keputusan pengadilan menjadi bukti lain bahwa sistem pengadilan merupakan bagian dari pendudukan Israel untuk meladeni rencana permukiman dan Yudaisasi mereka," kata Kemlu Palestina.

Baca Juga: Ratusan Jamaah Palestina Terluka Akibat Serangan Pasukan Israel ke Masjid Al-Aqsa

Pihaknya akan meminta banding ke pemerintah Amerika Serikat dan komunitas internasional untuk menekan Israel supaya menghentikan proyek di kota pendudukan tersebut.

Mahkamah Agung Israel pada Minggu (15/5) menolak petisi terhadap konstruksi proyek yang membentang lebih dari 1,4 Km dari daerah Bukit Zaitun ke Gerbang Al Maghariba, salah satu gerbang utama Kota Tua Yerusalem, dekat Masjid Al Aqsa.

Israel menduduki Yerusalem Timur, di mana kompleks Masjid Al Aqsa berada, selama perang Arab-Israel pada 1967.

Israel lantas merampas seluruh kota tersebut pada 1980 dan tindakan itu tidak pernah diakui oleh dunia. ***

Editor: Jhonatan Raga

Sumber: Anadolu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X