Pendiri Pi Network Buka Rahasia Cara Atasi Spam dan Akun Palsu, Pioneer Wajib Tahu!

- Selasa, 24 Januari 2023 | 14:13 WIB
Ilustrasi Pi Network. (minepi.com)
Ilustrasi Pi Network. (minepi.com)

STORILOKA.COM – Pendiri dan kepala teknologi Pi Network, Dr Nicolas Kokkalis, membeberkan cara pihaknya mengatasi spam dan akun palsu yang diduga dapat meruntuhkan cryptocurrency yang sedang dibangunnya.

Sebelumnya, Sarjana Pascadoktoral dalam Ilmu Komputer di Universitas Stanford itu menyentil tentang kemanusiaan dalam masyarakat yang bergerak menuju kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.

Menurutnya, perkembangan komunitas digital dewasa ini tak dapat dihindari. Namun, meskipun dapat meningkatkan jumlah pengguna, algoritma bertenaga AI juga dapat menyebabkan masalah.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Pamer Foto Bareng Megawati Soekarnoputri di Pesawat Mewah: Selamat Ulang Tahun

Frekuensi yang sangat besar dari bot spam dan akun palsu adalah satu masalah yang sering dihadapi dalam penerapan AI.

Karena itu, bagi Nicolas, menggunakan teknologi Know Your Customer (KYC) untuk mengonfirmasi identifikasi manusia adalah salah satu teknik untuk mengatasi masalah dimaksud.

Dalam postingannya, Nicolas membuat referensi yang jelas terkait solusi KYC dalam Jaringan Pi atau Pi Network.

Baca Juga: Harry Kane Setia Bersama Tottenham Hotspur, Segera Perpanjang Kontrak, Manchester United Tetap Bidik

“Masyarakat, bahkan (dan terutama) komunitas digital, membutuhkan manusia. Tapi bagaimana Anda bisa membuktikan kemanusiaan mereka dalam skala besar? Dalam kasus Pi Network, sebuah komunitas global besar yang ditenagai oleh cryptocurrency yang ditambang secara seluler paling terdistribusi di dunia, rahasianya adalah menyeimbangkan intrik teknologi tinggi dengan orang-orang di sekitar. Kami menemukan kesuksesan dengan menciptakan solusi KYC yang asli,” tulis Doktor Kokkalis, dikutip Storiloka.com dari NewsWay.com.ng pada Rabu, 24 Januari 2023.

Solusi KYC yang asli untuk Pi Network seperti disebutkan Nicolas memadukan antara otentisitas manusia dan keilmiahan, dengan otomatisasi mesin dan verifikasi manusia untuk mencapai hasil yang tepat.

Pemrosesan gambar secara otomatis dalam KYC Pi Network mencakup ekstraksi teks, deteksi ID palsu, dan perbandingan gambar.

Baca Juga: Video Menangis Tersebar, Pengacara Sebut Ferry Irawan Ayah Tiri yang Baik

Sementara verifikasi manusia dilakukan oleh orang-orang yang telah disetujui sebelumnya, untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mengakses aplikasi dengan menggunakan akun palsu.

Diketahui, sebanyak 92,6% populasi dunia dicakup oleh tenaga kerja validasi manusia otonom Pi KYC, yang beroperasi di lebih dari 200 negara. Perlindungan ini melindungi dari akun spam dan Pioneer (sebutan untuk pengguna Pi Network) palsu, sembari melestarikan komunitasnya yang luas.

Halaman:

Editor: Ade Riberu

Sumber: NewsWay.com.ng

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X