Bongkar Transaksi Keuangan Judi Online Senilai Rp155 Triliun, PPATK : Banyak Pihak Terlibat Termasuk Polisi

- Selasa, 13 September 2022 | 23:46 WIB
Bongkar transaksi keuangan judi online senilai Rp155 triliun, PPATK sebut banyak pihak yang terlibat termasuk polisi. (sl/Ist/storiloka/kolase/net)
Bongkar transaksi keuangan judi online senilai Rp155 triliun, PPATK sebut banyak pihak yang terlibat termasuk polisi. (sl/Ist/storiloka/kolase/net)

STORILOKA.COM - Terkait transaksi judi online, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi aliran dana senilai Rp155 Triliun.

Berkaitan dengan transaksi judi online tersebut diungkapkan Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, di Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/9/2022).

"Transaksi yang dilaporkan kepada PPATK itu sebanyak 121 juta transaksi, di dalamnya itu sebanyak Rp155,459 triliun," ujar Ivan Yustiavandana di hadapan para legislator.

Baca Juga: Judi Online di Indonesia Tumbuh Subur Bak Jamur di Musim Hujan, Masyarakat Wajib Tahu Hal Ini

Selain itu, Ivan Yustiavandana juga mengatakan banyak pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Beberapa di antaranya adalah oknum Polisi, ibu rumah tangga, hingga pelajar. Dia pun menegaskan bahwa PPATK masih melakukan analisis terkait temuan tersebut dengan Polri.

"Nggak hanya ke rekening polisi, tetapi semua masyarakat. Ada semua. Oknum, ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar, orang swasta, PNS," tandasnya.

Baca Juga: Gawat, Mitigasi Rekening Bank yang Terindikasi Judi Online Termasuk Judi Slot Online Juga Dilakukan

Disampaikan juga sepanjang tahun ini, PPATK memastikan telah memblokir 312 rekening terkait judi online dengan jumlah Rp836 miliar yang berhasil dibekukan.

Sementara untuk transaksi judi online, PPATK baru menganalisis 139 dari ratusan juta transaksi.

"Kami sudah melakukan analisis sebanyak 139 hasil analisis. Tahun 2022 saja, kita sudah mengeluarkan 65 hasil analisis, itu sudah disampaikan ke aparat penegak hukum," ungkapnya.

Baca Juga: Pihak Bank Diminta Tidak Terima Deposit Judi Online, Abraham Runga Mali : Solusi Berantas Judi Daring

Sebelumnya diberitakan, Ivan Yustiavandana menjelaskan bahwa PPATK setidaknya telah melaporkan 25 kasus judi online ke Aparat Penegak Hukum (APH) sepanjang periode 2019-2022.

Menurutnya, pelaku judi online sangat piawai menghilangkan jejak melalui kemajuan teknologi.

Halaman:

Editor: Jhonatan Raga

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X